pertemuan kita begitu tidak disengaja, aku pun tak menghendaki. hanya karena kita terdapat satu persamaan. jujur aku tak menghendaki. kita terpisah jarak, hanya berbeda tidak lebih dari 1km. awalnya pertemuan itu tidak mengesankan apapun, tapi sesering aku berhubungan dengan kamu. perasaan itu akhirnya datang. perasaan yang aku tak tau apa. perasaan bahagia saat kamu menghubungi ku, perasaan senang bila kamu menyapa ku di jejaring sosial, perasaan yang teramat menyesal saat kita hendak bertemu lalu membatalkan secara tiba-tiba.
dan aku tau, perasaan ini salah. kamu yang tak mungkin menganggap ku apa-apa. aku pun tak mengerti sikap baik mu kepada ku, harus aku cerna seperti apa. yang aku tau, kamu membuat hari ku berbeda. kamu yang membuat ku bangkit, dikala aku terpuruk. kamu yang telah mencuri hatiku saat aku dalam kecewa.
aku pun tau, kamu hanya menggagapku tak lebih dari seorang teman. tak lebih dari siapapun. tapi ketahuilah, aku disini menunggumu.
kamu mengajak ku pergi dengan teman mu, tapi aku menolak. mengapa aku menolak? karena aku ingin pergi hanya dengan mu. hanya kita berdua. sapaan "sayang" yang aku cerna membuat ku bahagia. pasti kamu hanya sekedar sapaan tak bermakna. aku sudah menganggapnya biasa. tapi tidak bisa. sapaan itu benar-benar telentah kamu membaca atau tidak tulisan ini, aku pun tak menuntut mu untuk membaca tulisan ini. aku pun tak menuntut apapun dari mu. berharap perasaan ini cepat berlalu, hanya sesaat. dan hilang selamanya.ah merasuk pikiran ku.
saat melihat foto mu dengan pasangan mu, itu membuat aku pun sedih, ketahuilah aku iri dengan semuanya, aku iri dengan pasangan mu, aku iri dengan keakraban mu dengan pasangan mu. aku pun ingin rasanya jadi pasangan mu. tapi rasanya tak mungkin. tak mungkin semua itu terjadi. tak mungkin aku menggantikan posisi pasangan mu saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar