saat-saat itu pun tiba, dimana semuanya sudah kau katakan. saat aku
benar-benar hancur. saat harus mengakui keadaan yang benar-benar perih
dan tak sesuai dengan yang diinginkan.
kau pergi meninggalkan ku, bersama kenangan-kenangan yang kau ciptakan.
dengan kebodohan ku karena tingkah laku mu itu. kau tinggalkan semuanya.
kau lepaskan genggaman jemari mu, dan pergi begitu saja. semuanya terhempas.
perpisahan? bukan seutuhnya berpisah. tapi aku harus memisahkan dan
melupakan kau, yang dulu ada di hati dan sekarang hatrus pergi.
aku mencoba berpura-pura tegar, pura-pura kuat di depan mu. itu yang membuat aku semakin sakit.
aku harus mencoba seakan kau tidak mengatakan "sesuatu"itu, dan kau
pasti tak menyadari. karena kau melihat apa yang ada di depan mu, bukan
apa yang ada di hati dan perasaan ku.
aku mencoba ikhlas. walaupun kadar keikhlasan ku hanya tuhan yang
tau. aku masih sering terluka saat melihat kau dengannya. tapi apa daya
ku? kau pun tak mengerti dan menghargai nya kan?
aku hanya mencoba ikhlas, walau itu susah. itu pelajaran yang jauh lebih
sulit dari pada pelajaran matematika atau entah kimia. ikhlas adalah
hal paling sulit. ikhlas benar-benar menggunakan hati.
aku mencoba sabar, saat perpisahan itu terjadi. aku ingin menjauh. apa aku bisa? aku pun tak yakin akan hal itu.
hanya bisa berdoa dan berdoa. tuhan selalu mengajari ku akan hal yang terbaik.
tuhan akan menhadarikan indah pada waktu nya, entah kapan pun itu. walau aku pun tak tau itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar